Alinea Indonesia

Diskon 25%

DAKWAH UNTUK YANG TERLUPAKAN Gerakan Terkoordinasi untuk Kelompok Marjinal dan Masyarakat Desa 3T

Harga aslinya adalah: Rp150.000.Harga saat ini adalah: Rp75.

Judul: DAKWAH UNTUK YANG TERLUPAKAN Gerakan Terkoordinasi untuk Kelompok Marjinal dan Masyarakat Desa 3T
Penulis: Samsuridjal Djauzi
Editor: Harmoko
Layouter: Nurul Hikmah
Desain Cover: Ramadina Rifai

Kategori:

Deskripsi

Buku DAKWAH UNTUK YANG TERLUPAKAN Gerakan Terkoordinasi untuk Kelompok Marjinal dan Masyarakat Desa 3T Buku ini tidak ditulis untuk menyalahkan dai yang
selama ini berdakwah di kota. Para dai perkotaan telah
melakukan pekerjaan yang penting dan mulia. Mereka
membina keluarga, mengajar anak-anak, mengisi masjid,
menjawab persoalan keagamaan masyarakat, menggerakkan
kegiatan sosial, dan dalam banyak keadaan menjadi
penghubung berbagai gerakan kebaikan. Dakwah perkotaan
tetap harus hidup karena dari sana terdapat sumber daya
manusia, pengetahuan, jaringan, dana, dan energi sosial yang
dapat diperluas manfaatnya.

Pertanyaan utama buku ini justru lebih sederhana
sekaligus lebih besar: mungkinkah sebagian kekuatan dakwah
yang sudah tumbuh di perkotaan dihubungkan secara
sistematis dengan masyarakat yang belum mendapatkan
pelayanan keagamaan secara memadai?
Jawabannya adalah mungkin.

Dakwah tidak harus memilih antara masjid besar dan
musholla kecil, antara jamaah kota dan masyarakat perbatasan,
antara kajian rutin dan pelayanan sosial, atau antara
pembangunan fisik dan pembinaan manusia. Semuanya dapat
berjalan bersama apabila umat memiliki sistem yang mampu
menghubungkan sumber daya yang kuat dengan kebutuhan
yang lebih besar.

Gagasan itulah yang kemudian dirumuskan dalam
buku ini melalui konsep Satu Komando Dua Sayap. Satu
vi
komando bukan berarti seluruh dakwah harus dikuasai oleh
satu lembaga, melainkan adanya arah, data, koordinasi, standar
pelayanan, pembagian peran, dan evaluasi yang jelas. Dua
sayap menggambarkan dua jalur pelayanan yang berjalan
bersamaan: dakwah rutin yang terus menguatkan masyarakat
yang sudah memiliki ekosistem keagamaan, serta dakwah
khusus yang secara terencana menjangkau kelompok marginal
dan wilayah 3T.

Masjid yang sudah kuat dapat menjadi sumber
penguatan bagi musholla yang masih lemah. Pesantren dapat
menjadi tempat kaderisasi calon dai, sekaligus membekali
mereka dengan kemampuan bertani, beternak, pertolongan
pertama, komunikasi masyarakat, dan pemahaman budaya
lokal. Lembaga zakat dapat mendukung pembiayaan sesuai
ketentuan syariah dan peraturan yang berlaku, sementara
jaringan masjid dan organisasi kemasyarakatan dapat menjadi
penghubung antara masyarakat kota dengan saudara
saudaranya di wilayah yang belum terjangkau secara
memadai.
Buku ini juga tidak ingin membangun romantisme
tentang penderitaan dai. Dai yang ditempatkan di wilayah sulit
tidak seharusnya dipuji karena mampu hidup tanpa fasilitas,
lalu dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

Pengorbanan memang merupakan bagian dari dakwah, tetapi
pengorbanan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan
kesejahteraan, keselamatan, kesehatan, pendidikan keluarga,
dan masa depan seorang dai.
Dai yang dikirim ke wilayah marginal dan 3T
membutuhkan sistem yang serius. Ia membutuhkan pelatihan
sebelum berangkat, tempat tinggal yang layak, sarana
transportasi, komunikasi, perlindungan kesehatan, jaminan
keselamatan, dukungan pembiayaan, pendampingan, serta
mekanisme pergantian ketika masa tugas selesai.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “DAKWAH UNTUK YANG TERLUPAKAN Gerakan Terkoordinasi untuk Kelompok Marjinal dan Masyarakat Desa 3T”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *