Deskripsi
Gambaran tentang domba yang terlantar menjadi refleksi penting bagi gereja untuk kembali memahami hakikat penggembalaan. Penggembalaan bukan sekadar menjalankan program, melainkan menghadirkan kasih, perhatian, perlindungan, pemulihan, pembinaan, dan pendampingan bagi setiap umat. Perubahan sosial dan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi pelayanan gereja. Karena itu, diperlukan rekonstruksi teologi penggembalaan yang tetap berakar pada prinsip iman, tetapi mampu menjawab kebutuhan manusia dalam konteks kehidupan masa kini. Buku ini diharapkan menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi pendeta, gembala, pemimpin gereja, pelayan jemaat, mahasiswa teologi, serta seluruh warga gereja. Kiranya buku ini mendorong gereja untuk tidak hanya menghitung mereka yang hadir, tetapi sungguh-sungguh mengenal, mencari, merawat, dan memulihkan setiap domba yang dipercayakan kepadanya.





Ulasan
Belum ada ulasan.